Institut Ibu Profesional

[Game #10.4] Sahabat

Hari ini kami berkesempatan berkunjung ke rumah teman kuliah ibu. Beliau sudah seperti kakak sendiri buat ibu. Meski seangkatan, usia ibu dan teman ibu tersebut terpaut cukup jauh, 9 tahun. Karenanya ibu begitu hormat seperti kakak sendiri.  Kini beliau menjadi istri seorang kyai yang bersahaja. Mereka tinggal di tengah perkebunan dengan santri-santrinya. Suasana pesantrennya cukup… Continue reading [Game #10.4] Sahabat

Institut Ibu Profesional

[Game #10.3] Harta Karun

Fawwaz bersama mbah datang dari rumah tetangga.  “Sini bu, tak lihatin harta karun!” begitu ujarnya.  Wah. Harta karun. Saya merasa terkejut dengan istilah yang dipakai Fawwaz (2 tahun 9 bulan). Saya bertanya-tanya, dari mana dia peroleh istilah tersebut.  “Memangnya harta karun itu apa, Dek?” tanya saya mengorek.  “Itu, yang dapatnya dari tanah. Iya, ini tadi… Continue reading [Game #10.3] Harta Karun

Institut Ibu Profesional

[Game #10.2] Dimakan Ikan Besar

Sambil pulang dari warung tetangga, saya berkisah kepada adek Fawwaz tentang orang yang dimakan ikan besar. Fawwaz sangat tertarij dengan apa saja yang berhubungan dengan ikan.  “Dulu, ada orang baik. Tapi dia meninggalkan teman-temannya. Dia tidak mau lagi ajak teman-temannya berbuat baik. Dia pergi. Dan dia naik kapal.” “Kapal di laut yang kaya kemarin tah… Continue reading [Game #10.2] Dimakan Ikan Besar

Institut Ibu Profesional

[Game #10.1] Kisah Bulir-bulir Nasi

“Ibu mau dongeng tentang nasi.”Begitu kata saya pada sulung kami. “Pada zaman dahulu, ada dua bulir nasi berteman baik. Namanya Tasam dan Rabit. Suatu ketika si Tasam sudah bahagia karena sudah dimakan oleh Ahmad. Sementara si Rabit menangis sesenggukan di ujung kertas bungkus nasi yang berada di tempat sampah.” “Kenapa menangis?” “Karena dia ingin berada… Continue reading [Game #10.1] Kisah Bulir-bulir Nasi

pernikahan

“Kalau begitu, kita jadian saja.” Katanya di ujung telpon. “Jadian? Untuk apa?” Tanyaku dengan nada tertawa untuk menutupi rasa kagetku. “Ya untuk menikahlah. Masa untuk pacaran. Kita ini sudah tua, tidak masanya lagi pacaran-pacaran. Lagian kalau ketahuan simbah, bisa bahaya. Pokoknya lebaran nanti, aku akan melamarmu, Mbak.” “Hahahaha…. Masa iya aku menikah dengan adik sepupuku… Continue reading

Institut Ibu Profesional

[Game #9.13] Mengasah Bakat Seni Ibu

Salah satu cara mengasah kreativitas adalah dengan mengembangkan bakat seni. Dan salah satu cara efektif yang bisa memicu kreativitas anak adalah dengan memberi atmosfir atau teladan pada mereka.  Saya sendiri belum tahu pasti bagaimana nasib bakat seni saya. Bagi saya, seni iti berada di kuadran ketiga dalam aktivitas saya, suka tapi tidak bisa. Saya suka… Continue reading [Game #9.13] Mengasah Bakat Seni Ibu