Review

Yuk, Jadi Orang Tua yang Amazing!

buku-buni1

Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. (QS. Al-Najm [53]: 39)

Demikianlah buku ini diakhiri. Suatu pengingat yang sangat amazing untuk direnungkan. Sebagai orang tua, pengingat tersebut bisa diartikan bahwa kita akan memperoleh hasil pendidikan yang kita berikan kepada anak, bagaimana pun bentuk dan model pendidikan dan pengasuhan tersebut. Buku ini berjudul Amazing Parenting: Menjadi Orang Tua Asyik, Membentuk Anak Hebat, yang ditulis oleh Rani Razak Noe’man. 

Sesuai dengan judulnya, buku ini berkategori buku parenting dengan aneka tips dan juga solusi atas berbagai permasalahan yang kerap kali dialami oleh para orang tua atas anaknya. Bagi saya, buku ini mempunyai keistimewaan yang jarang dijumpai di buku-buku parenting sejenis. Keistimewaan tersebut adalah fokus pada satu pesan. Ya, penulis mempunyai kemmapuan yang cukup bagus dalam mengembangkan ide. Pesan intinya cuma satu, tapi penulis berhasil mengembangkannya menjadi satu buku utuh.

Pesan inti yang dimaksud adalah kumunikasi. Ya, untuk menjadi orang tua yang asyik dan amazing, kuncinya adalah komunikasi. Sebegitu pentingnya kah komunikasi dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak? Iya, karena interaksi orang tua-anak hanya bisa dibangun melalui komunikasi. (Komunikasi tidak selalu harus diartikan sebagai pembicaraan lho ya). Lalu, seberapa besar pengaruh komunikasi orang tua terhadap masa depan anak? Penulis menjelaskan bahwa pola komunikasi yang sehat dan positif akan membangun pribadi yang positif pula. Sebaliknya, jika anak seringkali mendapatkan pesan negatif dari pola komunikasi yang tidak sehat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri, penakut, mudah terpengaruh, dan pribadi negatif lainnya.

Lalu, apa kunci dari komunikasi positif itu? Kelembutan dan kasih sayang. Penulis mengingatkan, Al-Quran menyatakan bahwa kalau kepada Fir’aun saja Nabi Musa diperintahkan untuk berkata lembut dalam memberikan pengajaran, mengapa seringkali kita, sebagai orang tua, lupa akan pesan ini. Seringkali orang tua mengumbar kemarahan sambil berharap anak-anak mendapatkan pengajaran. Padahal anak-anak adalah anak-anak, yang seringkali melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, bukan seperti Fir’aun yang sudah melampaui batas. Peringatan dari penulis inilah yang menancap begitu dalam di hati saya. Setiap hendak berteriak-teriak atau marah meledak, saya ingat bahwa anak saya bukan Fir’aun. (tapi tetap saja, ada insiden-insiden yang membuat saya kelepasan marah dan meledak-ledak di hadapan anak. Maafkan ibu ya Nak).

Adapun mengenai teknik-teknik komunikasi sehat yang bisa dibangun oleh orangtua-anak, penulis menyebutnya sebagai amazing communication. Ini adalah lawan dari gaya komunikasi tradisional yang biasanya tercermin dalam gaya memerintah, mengancam, menceramahi, mengintrogasi, mengecap atau melabeli anak, membandingkan, menghakimi, menyalahkan, mendiagnosis, menyindir, selalu memberi solusi, menyuap, selalu menghibur, selalu menjamin, dan membohongi. Komunikasi tradisional ini mempunyai dampak yang buruk apabila dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan. Anak yang terbiasa hidup dengan perintah akan menganggap hidup ini tidak ada pilihan. Ancaman hanya akan menyebabkan ketakutan berlebihan. Orang tua yang pintar berceramah di depan anak akan dianggap sang anak sebagai orang tua yang cerewet dan sok pintar. Anak yang selalu diinterogasi akan menjadi pribadi yang merasa tidak dipercaya dan dicurigai. Sedangkan anak yang sering dibandingkan akan merasa tidak dicintai dan tidak dipedulikan. Sementara gaya menyindir yang dilakukan orang tua hanya akan menjadikan anak terhina, dipermainkan, dan dipersalahkan. Dan bila anak diberi solusi, disuap, dijamin, dan dibohongi akan tumbuh menjadi anak yang tidak mempunyai daya juang, gampang menyerah, belajar menyuap juga, tidak bertanggung ajwab, menghindari masalah, dan pada akhirnya anak tdak percaya pada orang tua.

Lalu, seperti apakah amazing communication itu? Yang pertama kali harus dilakukan adalah membuka jalur komunikasi bahasa tubuh melalui pemahaman akan bahasa tubuh anak, mengajarkan anak untuk memahami bahasa tubuh, dan sikap antusias dalam menanggapi segala apa yang disampaikan anak. Langkah selanjutnya adalah dengan mendengarkan anak secara aktif. Dengan mendengar, acara ceramah pagi, omelan sebelum belajar, ocehan untuk rapi-rapi, tidak diperlukan lagi.

Itulah sedikit review dari buku yang sangat direkomendasikan bagi orang tua untuk membacanya. Masih banyak lagi pesan-pesan dan gaya-gaya komunikasi efektif dan positif yang bisa dibaca dibuku ini. Selamat memburu dan membaca buku ini.

Advertisements

One thought on “Yuk, Jadi Orang Tua yang Amazing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s