Ide dan Campur-campur

Dari Mereka Kami Belajar tentang Arti Ketulusan

IMG_20160131_225740
buku yang ditulis seorang ibu dengan anak autis

Sekitar tahun 2009, saya berkesempatan untuk bergabung dengan salah satu majalah yang memberikan fokus utamanya pada anak-anak berkebutuhan khusus (special needs). Jujur saja, itu adalah pengalaman yang benar-benar baru dalam hidup saya. Saya yang sebelumnya cenderung cuek dan tidak ingin tau atau mengenal apa itu kebutuhan khusus dipaksa untuk tau dan mengenal mereka secara baik. Tidak hanya sampai di situ, saya pun dituntut untuk peka, baik itu dalam ucapan (ketika wawancara), sikap ketika berinteraksi, dan juga dalam tulisan yang akan saya publikasikan.

Awal mula tentu saja bingung dengan banyaknya jenis difabel yang ada. Saya mempelajarinya dengan cepat karena deadline majalah juga ketat. Sebagai redaktur, saya mempunyai tugas beragam. Mulai dari mencari berita, mengolah berita, wawancara, menghadiri berbagai seminar tentang difabel, dan menghadiri acara-acara yang berhubungan dengan difabel. Kendati saya tidak lama bekerja di majalah ini, hanya sekitar satu tahun, namun banyak kesan yang sangat membekas bahkan merubah pandangan hidup saya.

Pertama, saya jadi memahami bahwa difabel mempunyai banyak ragam. Selain penyandang ketunaan, ada banyak jenis difabel lain seperti autisme, down syndrom, celebral palcy, disleksia, ADD, ADHD, gifted, dan lainnya. Dengan banyaknya jenis difabel, saya jadi memahami keunikan masing-masing dari difabel tersebut dengan begitu saya bisa bsia memahaminya, kendati pemahaman saya mungkin belum menyeluruh.

Kedua, banyak komunitas yang memberikan perhatian pada para penyandang difabel dan bagi saya mereka semua adalah orang hebat. Tentu saja kita mengetahui bahwa kepedulian masyarakat terhadap para penyandang difabel masih rendah. Masih banyak orang yang menganggap kelahiran anak dengan disabilitas adalah suatu ketidak beruntungan, bahkan ada yang menganggapnya sebagai kutukan. Tapi para pegiat komunitas ini sungguh luar biasa. Mereka dengan senang hati memberikan perhatiannya pada para penyandang difabel dan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi. Sebagian besar mereka adalah oarng tua dari anak penyandang difabel, namun tidak sedikit pula mereka adalah relawan-relawan yang turut membantu kegiatan-kegiatan komunitas ini. Bagi para orang tua, mampu berdiri dan menatap masa depan anak-anak mereka yang menyandang disabilitas bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan perjuangan kuat untuk bangkit, menerima takdir dengan lapang dada, kemudian mencari informasi yang bisa membantu pengasuhan serta tumbuh kembang sang anak, lalu keluar ke masyarakat luas yang masih banyak memandang mereka dengan sebelah mata, sampai menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak mereka bukanlah hal yang buruk. Semua itu sangat berat dilakukan bila mereka tidak mempunyai tekad yang kuat.

2016-01-31_23.04.20

Dari sinilah saya banyak belajar tentang keikhlasan yang luar biasa. Mempunyai anak berkebutuhan khusus tentu saja bukan keinginan dan pilihan mereka. Tapi mereka bisa menerima anak-anak itu dengan langan dada. Mereka juga sabar merawat dan mengasuh anak-anak yang pada kasus-kasus tertentu membutuhkan penanganan ekstra sulit dengan telaten dan sabar. Mereka juga tidak malu membawa serta menunjukkan kepada dunia tentang anak-anak mereka. “Mempunyai anak spesial itu menjadikan kami orang tua spesial,” begitulah kira-kira semboyan langkah mereka.

Tapi tidak selamanya anak-anak dengan kebutuhan khusus ini berada pada situasi kekurangan. Banyak dia antara mereka mempunyai prestasi yang bahkan bisa mengalahkan prestasi orang-orang ‘normal’. Di sini saya melihat peran penting suatu komunitas untuk sebagai wadah berekspresi dan ajang untuk berbagi. Dengan adanya komunitas, adanya bakat-bakat tertentu dari anak-anak berkebutuhan khusus bisa teraktualisasi dengan baik. Salah satu komunitas yang sangat aktif adalah POTADS (persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrom). Sesuai dengan namanya, komunitas ini merupakan wadah untuk saling berbagi antar sesama orang tua dalam pengasuhan anak-anak mereka. Komunitas ini merangkul semua kalangan, baik kalangan keluarga menengah ke atas maupun keluarga-keluarga yang berkekurangan. Dengan perkembangan teknologi dan pesatnya penggunaan media sosial, komunitas ini semakin mudah diakses dan dijangkau oleh masyarakat lebih luas. Kegiatan mereka adalah sharing, acara perayaan yang biasanya diisi dengan ruang ekspresi bagi anak-anak down syndrom, konsultasi, bahkan donasi untuk anak-anak yang mempunyai kelainan tambahan yang sering terjadi pada anak-anak down syndrom.

Semoga saja semakin banyak komunitas-komunitas serupa yang berdiri di daerah-daerah sehingga keberadaan anak-anak dengan kebutuhan khusus bisa tertangani dengan baik, serta bakat-bakat mereka bisa teraktualisasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s