Ide dan Campur-campur · pernikahan

Surat Cinta #18: Cinta Lelaki (tak) Romantis

Entah ini surat keberapa yang kutulis untukmu, meskipun tak satupun surat-surat itu kau balas. Aku tidak kecewa karena aku sangat mengerti bahwa kau bukan laki-laki yang mudah mengobral kata-kata manis, merangkai puisi, atau mengumbar manisnya janji-janji. Aku ingat saat kau mengajakku menikah, “Yuk kita nikah yuk!” Begitu saja katamu. Aku pun langsung setuju dan aku… Continue reading Surat Cinta #18: Cinta Lelaki (tak) Romantis

Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #15: Aku Cinta Kamu, Negeriku

Negeriku, Salah satu hal besar yang aku syukuri dalam hidupku adalah ditakdirkan lahir di negeri ini, Indonesia, negeri yang kaya akan segalanya, alam raya, budaya, suku bangsa, bahasa, iklim, juga kaya akan pola pikir masyarakatnya. Keragaman-keragaman tersebut membuat Indonsia menjadi negeri yang indah untuk dihuni dan ditinggali. Dan di negeri inilah aku dilahirkan. Aku tidak… Continue reading Surat Cinta #15: Aku Cinta Kamu, Negeriku

Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #14: Masih Untukmu, Adikku

Taukah kau Dek, abah begitu terpukul atas kepergianmu. Bagaimana tidak? Kaulah harapannya. Kaulah yang menjadi tumpuan hidup di masa tuanya. Dari kalian tiga bersaudara, tinggal kau saja yang saat itu bersedia menetap di rumah setelah kedua kakakmu merantau. Maka kepergianmu seolah menjadi tali pemutus harapan abah, dan juga ibu tentunya. Aku ingat, sampai tiga hari… Continue reading Surat Cinta #14: Masih Untukmu, Adikku

Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #13: Salam Rindu dari Kami

Dek, untukmu hanya doa yang bisa kami panjatkan, semoga engkau damai dan bahagia di sisi-Nya. Tak ada hal lain yang bisa kami persembahkan untukmu lagi selain doa dan mewujudkan harapan-harapan yang tersisa, yaitu membahagiakan orang tua kita. Hampir setahun kepergianmu. Masih jelas aku mengingatmu di saat-saat terakhirmu. Muka pucat pasimu, keadaan badanmu yang semakin hari… Continue reading Surat Cinta #13: Salam Rindu dari Kami

Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #12: Pesan untuk Anakku

Nak, Hari ini tiba-tiba ibu ingin menulis surat untuk kalian. Bukan hal asing yang ingin ibu sampaikan. Sederhana saja, hindarilah berbuat fitnah, dengki, dan iri hati! Ini bukan suatu pesan yang muluk-muluk. Ini juga pesan sederhana dari tiap agama. Tapi kesederhanaan sebuah pesan belum tentu mudah dalam pelaksanaannya. Karena itulah kalian harus punya tekad kuat… Continue reading Surat Cinta #12: Pesan untuk Anakku

Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #11: Untuk Perempuan Seribu Cinta II

Ini suratku yang kedua sahabat. Bagaimanapun kau memaknai apa itu cinta, tetap saja aku tidak bisa memahaminya. Nyatanya kau tersakiti dan kau tetap berada di sana. Di sini aku hanya ingin mengatakan beberapa hal. Pertama, jika kau ingin mengetahui kriteria cinta yang baik dalam hidupmu, tengoklah teladan kita yang mulia, Rasulullah SAW. Beliau adalah manusia… Continue reading Surat Cinta #11: Untuk Perempuan Seribu Cinta II

Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #9: Untuk Perempuan Seribu Cinta

Entah apa yang kau maknai tentang cinta, pengorbanan, maaf, ketulusan, atau apa? Aku sungguh tidak memahaminya. Begitu pilu kisahmu hingga mata ini pun tak kuasa membendung lara yang kau rasa. Semua berawal dari pernikahan itu, begitu kisahmu. Menikah dengan laki-laki pilihanmu yang orang tuamu tidak begitu setuju. Kau pun pergi jauh agar tidak banyak masalah… Continue reading Surat Cinta #9: Untuk Perempuan Seribu Cinta