Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #11: Untuk Perempuan Seribu Cinta II

Ini suratku yang kedua sahabat.

Bagaimanapun kau memaknai apa itu cinta, tetap saja aku tidak bisa memahaminya. Nyatanya kau tersakiti dan kau tetap berada di sana. Di sini aku hanya ingin mengatakan beberapa hal.

Pertama, jika kau ingin mengetahui kriteria cinta yang baik dalam hidupmu, tengoklah teladan kita yang mulia, Rasulullah SAW. Beliau adalah manusia terbaik dalam memperlakukan kekasih-kekasihnya. Tentu saja tidak ada manusia lain yang bisa sama persis meneladani beliau, tapi yang ingin kukatakan, bahwa laki-laki yang baik tidak akan melakukan hal-hal yang berlawanan dengan perilakunya. Kalaupun tidak sepenuhnya mencontoh beliau, setidaknya laki-laki itu tidak melakukan hal yang sebaliknya. Ingtlah, Rasulullah tidak pernah melempar nasi bungukusan untuk istrinya. Sebaliknya, Rasulullah menjahit dan memasak makanan untuk membantu istrinya.

Kedua, bahwa kebahagiaanmu adalah hal paling berharga di dunia. Kau harus bahagia dengan kehidupanmu. Aku tau keadaanmu dan lingkunganmu banyak menghambat datangnya rasa bahagia itu. Tapi, ciptakanlah kebahagiaanmu sendiri. Jangan kau hiraukan perilaku orang lain yang menyakitimu. Tentu ini bukan hal mudah bila cintamu masih utuh untuknya karena hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah rasa sakit yang diberikan oleh orang yang paling kita cintai. Tapi kau punya pilihan. Kau manusia merdeka, sahabat.

Ketiga, anak-anakmu adalah masa depanmu. Kebahagiaan dan kesehatan jiwa mereka berada di tanganmu. Jika kau menginginkan mereka tumbuh bahagia dan sehat jiwanya, pertama-tama yang harus kau lakukan adalah membahagiakan dirimu serta menyehatkan jiwamu. Ingatlah, perempuan yang menderita akan membagikan penderitaannya pada anak-anaknya. Maka itu, janganlah kau lukai masa depan mereka dengan penderitaanmu.

Keempat, masa depan masih panjang. Karena itu pilihlah hidupmu senyaman yang kau mau. Jangan kau biarkan hidupmu terus menerus berada di lingkaran penderitaan, luka, maaf, luka lagi, maaf lagi, luka lagi, maaf lagi, dan seterusnya. Ada hal-hal yang bisa di maafkan dan ada pula hal-hal yang tidak harus dimaafkan.

Kelima, jika kau masih memilih berada di sampingnya, rubah pribadi lemahmu. Lebih tegaslah kau bersikap. Tunjukkan posisi tawarmu. Nyatakan kebenaran ancamanmu. Ingatlah! Orang tuamu telah menggendongmu dalam buaian hangat tanpa cela. Mereka mengelus kepalamu dengan tulusnya. Jangan biarkan orang lain menyakitimu pada akhirnya.

Maafkan bila aku turut dalam kehidupanmu. Aku hanya berharap yang terbaik untukmu.

Sahabatmu.

Advertisements

2 thoughts on “Surat Cinta #11: Untuk Perempuan Seribu Cinta II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s