Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #12: Pesan untuk Anakku

Nak,

Hari ini tiba-tiba ibu ingin menulis surat untuk kalian. Bukan hal asing yang ingin ibu sampaikan. Sederhana saja, hindarilah berbuat fitnah, dengki, dan iri hati! Ini bukan suatu pesan yang muluk-muluk. Ini juga pesan sederhana dari tiap agama. Tapi kesederhanaan sebuah pesan belum tentu mudah dalam pelaksanaannya. Karena itulah kalian harus punya tekad kuat untuk menjauhi dan meninggalkannya.

Taukah kalian Nak, difitnah itu sungguh tidak enak. Fitnah bisa merusak segalanya. Ibu dan abah baru saja merasakannya. Ibu yang selama ini dipercaya mengatur biaya pemberangkatan haji tiba-tiba difitnah menggelapkan dana haji untuk keperluan pribadi ibu dan abah. Sungguh itu tidak enak dirasa karena nyatanya uang itu masih utuh. Tapi kabar buruk sudah menyebar bak wabah. Semua orang bertanya. Sebagian mereka percaya, tapi tidak sedikit pula tidak percaya dan bertanya langsung pada kami.

Fitnah itu merusak segalanya, Nak. Itulah mengapa Allah menyatakan bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Rasanya kalau sudah mati, tidak ada lagi beban ketika bertemu orang dan harus repot-repot menjelaskan. Tapi kami masih hidup dan harus menanggung perbuatan yang tidak kami lakukan.

Dengki dan iri hati juga perbuatan buruk, Nak. Meskipun orang yang kau dengki dan kau iri itu tidak peduli, tapi dengki dan iri hati itu merusak jiwamu. Kau akan merasa sakit hati pada tiap kenikmatan yang dirasakan orang lain. Semakin orang lain itu merasa bahagia, semakin menderitalah dirimu. Ibu sungguh tidak rela bila hidupmu harus diliputi kesedihan yang terus menerus atas kehidupan orang lain. Berbahagialah atas kehidupanmu. Berbahagia pulalah atas kebahagiaan saudaramu. Jangan merasa iri dengan kejayaan mereka. Dengan begitu hidupmu akan berjalan dengan tenang dan bahagia.

Ingatlah, Pencipta kita mengajarkan kita untuk selalu berdoa agar kita mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itulah ciptakan kebaikan dan kebahagiaan itu dengan usahamu. Jangan kau rusak segala kenikmatan dan karuni agung-Nya dengan hawa nafsumu.

Dari ibu yang selalu menyayangimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s