Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #13: Salam Rindu dari Kami

IMG_0451

Dek, untukmu hanya doa yang bisa kami panjatkan, semoga engkau damai dan bahagia di sisi-Nya. Tak ada hal lain yang bisa kami persembahkan untukmu lagi selain doa dan mewujudkan harapan-harapan yang tersisa, yaitu membahagiakan orang tua kita.

Hampir setahun kepergianmu. Masih jelas aku mengingatmu di saat-saat terakhirmu. Muka pucat pasimu, keadaan badanmu yang semakin hari semakin membengkak, juga harapanmu untuk bisa menggendong ponakan-ponakanmu. Aku masih sering menyesali kepergianmu. Bukan aku tak rela, tapi aku merasa tidak bisa berbuat banyak untukmu di saat kamu berjuang melawan penyakitmu.

Tapi semua telah berlalu. Kaupun nampak tenang saat kau pergi meniggalkan kami. “Aku menyerah dan aku tenang.” Begitu ucapmu kala itu.

Ah, kenangan akan dirimu juga tak bisa terlupa. Aku masih saja iri bila ibu menyebut-nyebut kebaikanmu di hadapanku. Bukan aku dengki, tapi aku merasa belum berbuat sebaik perbuatanmu. Meski umurmu jauh lebih muda dari kami, tapi kedewasaanmu telah tumbuh sempurna. Kau yang begitu sabar merawat ibu-abah, kau yang hampir tidak pernah marah pada siapa saja, kau yang begitu tulus dalam membantu siapa saja, kau yang disayang semuanya. Kau, ah, terlalu banyak kebaikanmu yang bisa disebutkan.

Aku ingat, saat kepergianmu begitu banyak yang dengan tulus mendoakanmu, menyolatkanmu, mengantar jenazahmu, dan mereka terus berdatangan mendoakanmu setiap harinya. Mereka semua mengatakan kepada kami bahwa dirimu adalah sahabat terbaik mereka, tidak pernah berhutang pada mereka, sebaliknya, kaulah yang sering memberi piutang kepada mereka. Aku saja hampir tidak percaya, sekian juta uang berdatangan dari teman-temanmu. Mereka datang membayar piutang yang kau berikan selama kau hidup.

Kini di tangan kamilah tanggung jawab merawat orang tua kita. Kami berharap bisa sesabar dirimu. Kami berharap bisa tulus ikhlas meneruskan amanatmu.

Oya dek, orang-orang bilang Fawwaz kami mirip sekali denganmu. Kami berdoa, semoga bukan hanya rupa dan fisiknya saja yang mirip sepertimu. Lebih dari itu, kami berharap kelak Fawwaz bisa sesabar dirimu, setulus kasihmu, dan sebijak pemikiranmu.

Salam rindu dari kami

Cak-Mbak-Farras-Fawwaz

Advertisements

4 thoughts on “Surat Cinta #13: Salam Rindu dari Kami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s