Ide dan Campur-campur

Surat Cinta #15: Aku Cinta Kamu, Negeriku

Negeriku,

Salah satu hal besar yang aku syukuri dalam hidupku adalah ditakdirkan lahir di negeri ini, Indonesia, negeri yang kaya akan segalanya, alam raya, budaya, suku bangsa, bahasa, iklim, juga kaya akan pola pikir masyarakatnya. Keragaman-keragaman tersebut membuat Indonsia menjadi negeri yang indah untuk dihuni dan ditinggali. Dan di negeri inilah aku dilahirkan.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau aku lahir di kutub utara atau selatan, pastinya aku tidak akan menyaksikan indahnya hamparan rumput hijau dan warna-warni bunga yang wangi. Begitu pun bila aku dilahirkan di tengah gurun Sahara, pastinya aku juga tidak bisa menyaksikan aliran sungai jernih dengan batu-batu besar yang sejuk dan juga hamparan kebun sayur nan menarik hati.

Namun lebih dari itu semua, yang paling aku syukuri dari negeri ini adalah lingkungan yang aman bagi perempuan. Perempuan di negeri ini mempunyai kebebasan dan kemerdekaan yang seluas-luasnya, mulai kebebasan untuk berpendidikan, kebebasan untuk bersuara, kebebasan untuk bekerja dan berkarya, kebebasan untuk berpolitik, dan kebebbasan-kebebasan lainnya.

Aku sendiri merasakan semua kebebasan itu, terutama kebebasan dalam meraih pendidikan tinggi. Orang tuaku tidak membatasi pendidikan kami hanya karena kami perempuan. Semua anak, baik laki-laki maupun perempuan berhak sekolah setinggi-tingginya asal kami punya tekad untuk mencapainya. Hal tersebut tentu saja sulit terwujud bila budaya negeri ini tidak mendukung. Aku membaca di sebuah berita, ada perempuan berusia 82 tahun yang baru bisa menyelesaikan pendidikan sarjananya di Gaza karena kondisi negara tersebut yang tidak memungkinkannya menyelesaikan pendidikan di usia mudanya. Sementara aku dan juga generasi muda lainnya bisa sebebas-bebasnya bersekolah. Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk meraihnya, asalkan ada kemauan. Kalaupun ada satu-dua perempuan yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena alasan budaya patriarki, itu bukan kondisi mayoritas masyarakat kita. Sungguh, aku bersyukur atas karunia ini.

Aku juga menyaksikan kebebasan berkarya dan bekerja bagi perempuan di negeri ini. Tidak ada batasan gender dalam meraih kesuksesan. Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama dalam berkarya dan bekerja, juga dalam berkarir di dunia politik. Negeri ini pun pernah dipimpin oleh perempuan. Andai aku berada di negeri-negeri Timur Tengah yang mempunyai aturan ketat terhadap perempuan, tentu hal seperti ini tidak akan mudah ditemui. Kalaupun ada perempuan yang lebih memilih tidak bekerja di luar rumah seperti aku, itu juga karena kebebasan kami dalam memilih. Kami memilih dengan sadar dan bebas untuk bekerja di ranah domestik, membesarkan dan mendidik anak-anak kami dengan tangan kami sendiri.

Negeri ini mempunyai aturan jelas dalam melindungi perempuan. Meskipun pada pelaksanaannya masih banyak yang harus diperbaiki. Negeri ini juga banyak memberikan jaminan pada kesehatan perempuan, meskipun angka kematian ibu masih tinggi dan masih harus diperbaiki kedepannya. Terlepas dari itu semua, aku tetap bersyukur karena negeri ini tidak menghambat cita-citaku, tidak membelenggu aspirasiku, tidak membatasi karya dan pilihanku.

Untukmu Indonesiaku,

Aku cinta kamu.

Advertisements

One thought on “Surat Cinta #15: Aku Cinta Kamu, Negeriku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s