Ide dan Campur-campur · pernikahan

Surat Cinta #18: Cinta Lelaki (tak) Romantis

12733540_10154020051329374_2721552642766698831_n.jpg

Entah ini surat keberapa yang kutulis untukmu, meskipun tak satupun surat-surat itu kau balas. Aku tidak kecewa karena aku sangat mengerti bahwa kau bukan laki-laki yang mudah mengobral kata-kata manis, merangkai puisi, atau mengumbar manisnya janji-janji.

Aku ingat saat kau mengajakku menikah, “Yuk kita nikah yuk!” Begitu saja katamu. Aku pun langsung setuju dan aku suka gaya itu. Itulah kau. Lugas. Tegas. Tanpa pura-pura. Juga tanpa kiasan kata.

Bagi sebagian orang mungkin gaya seperti ini membosankan dan tidak romantis. Tidak ada bunga, tidak pula puisi, atau kalung hati, yang bagi sebagian perempuan adalah suatu mimpi idaman. Namun bagiku, apa yang sudah kau berikan kepadaku lebih dari sekedar romantisme dan juga lebih dari segalanya.

Satu-satunya hal romantis yang kau persembahkan padaku adalah rangkaian puisi Aku Ingin di atas batu marmer yang kau berikan padaku bebrapa minggu setelah pernikahan kita. Aku pun tau pasti itu puisi masyhur yang banyak dikutip orang. Bagiku itu sudah sangat istimewa karena aku tau perjuanganmu memilih rangkaian puisi itu bukan hal yang mudah.

Tapi tenang saja sayang, aku punya makna romantisme versiku sendiri. Turut membantu pekerjaan dapur, menjemurkan cucian, memandikan anak, mengasuh mereka sementara aku istirahat, mengganti popok si bungsu, menyuapi si sulung, bagiku lebih dari sekedar puisi atau kalung hati. Belum lagi saat kau rela berhujan-hujanan demi mencarikanku seporsi empek-empek, rela telat berangkat bekerja demi membelikanku nasi pecel khas Jawa Timur, dan masih banyak lagi hal-hal konyol yang kau lakukan demi aku. Itu lebih dari romantisme seikat bunga mawar merah jambu.

Hal yang sangat aku sukai darimu sayang, saat kau memeriksa apakah aku lapar atau tidak di kala aku tidur. Kau punya cara unik dan hanya kita yang tau cara itu. Setelah kau tau kalau aku lapar, kau pun segera buru-buru mencarikan nasi goreng atau membuatkan nasi goreng spesial kemudian membangunkanku untuk makan bersama sambil menatap indahnya kedua buah hati kita. Sungguh itu jauh lebih indah dari sekedar cincin emas atau kalung berlian bagiku.

Ah cinta, lima tahun bersamamu membuat hidupku merasa bahagia. Tidak pernah sedikitpun sesal atas pilihanku atasmu. Tetaplah seperti ini. Mencintaiku dengan caramu karena aku suka caramu mencintaiku.

Dariku,

Kekasihmu

Advertisements

2 thoughts on “Surat Cinta #18: Cinta Lelaki (tak) Romantis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s