Institut Ibu Profesional

#NHW1: Menentukan Prioritas

Saya menamai tugas pertama kelas matrikulasi ini sebagai semacam perintah untuk menentukan prioritas. Saya sendiri setuju dengan perintah ini mengingat semakin banyaknya arus informasi dan jendela ilmu pengetahuan semakin terbuka lebar seiring dengan perkembangan teknologi. Karena waktu dan usia terbatas, maka menentukan prioritas adalah hal yang paling rasional.

Perintah untuk menentukan satu jurusan ilmu yang kita tekuni di universitas kehidupan adalah langkah pertama dalam menentukan prioritas. Saya sendiri merasa dituntut untuk diam sejenak, merenungkan dengan khusyuk, serta berpikir dengan jernih tentang ilmu apa yang menjadi prioritas saya.

Pada akhirnya hati saya menjawab bahwa ilmu yang telah dan akan selali saya tekuni adalah dua hal. Maaf Bu Guru, saya tidak bisa menjawab satu, tetapi dua. Pertama adalah ilmu hafalan Al-Quran. Dan yang kedua adalah ilmu rumah tangga. Kalau masih boleh ditambahkan, ada ilmu ketiga, yaitu ilmu pendidikan.

Alasan pemilihan saya pada kedua (ketiga) ilmu tersebut adalah, pertama, ilmu hafalan itu kewajiban saya pada diri saya sendiri. Ini bersifat pribadi. Saya menyebutnya sebagai jalan syukur kepada Ilahi. Sedangkan alasan kedua terkait ilmu rumah tangga, adalah, karena saya sedang berada pada profesi itu. Saya ingin profesional menjalankan peran ini, sebagai ibu, sebagai istri, dan juga sebagai anak. Untuk sampai pada level profesional, peran tersebut harus dijalankan sesuai dengan ilmunya dan tidak boleh asal-asalan. Karena itulah saya akan terus belajar. Dan alasan ketiga terkait ilmu pendidikan, adalah, itu adalah wujud bakti say pada sesama. Saya mempunyai latar belakang pendidikan keguruan dan saya ingin berbagi. Untuk berbagi tetap diperlukan ilmu. Maka tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain harus terua belajar.

Adapun strategi yang telah dan akan saya lajukan adalah, pertama, saya akan bernegosiasi pada partner hidup saya untuk mendukung keinginan saya, kembali mengaji di almamater saya dulu seminggu sekali. Untuk ilmu kedua, saya berusaha terus belajar melalui kuliah-kuliah online (di sini salah satunya), membaca buku, berdiskusi dan membuka diri pada ilmu-ilmu baru, dan juga belajar pada orang tua. Untuk ilmu ketiga, saya ingin melanjutkan kuliah lagi, meski belum tau kapan waktunya.

Dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala yang saya hadapi, terutama dari dalam diri saya. Di antaranya sikap malas, tidak konsisten, serta sikap terburu-buru dan tidak sabaran. Sikap-sikap itulah yang akan coba saya perbaiki demi mendapat ilmu yang berkah.

Lamongan, 18 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s