Cerita Ringan · Farras-Fawwaz

Maaf

Kejadian tadi sore antara dua anak bersaudara, Farras (4,5 th) dan Fawwaz (21 bulan). 

Farras niatnya main-main memukul adiknya dengan botol air mineral. Ternyata si adik kesakitan dan menangis. Farras pun merasa bersalah dan minta maaf. Tapi rupanya adik marah dan kesal kepada kakak. Mungkin menurutnya si kakak sengaja memukulnya. Permintaan maaf pun dibalas dengan bentakan (si adik memang ekspresif. Pelampiasan marah adalah dengan berteriak kencang).

“Adeeek, mas minta maaf. Mas nggak sengaja dek.”

“Emooooh!” Begitu jawab adik dengan nada kesal.

Mendapat penolakan, si kakak pun merasa sedih (si kakak memang sangat sensitif, jangankan dibentak, diomongin saja bisa membuatnya menangis). Kakak lari ke pangkuan saya dan menangis sedih.

Si adik yang tadinya cuek (sudah reda tangisnya dan bermain lagi), balik menoleh ke arah kami setelah mendengar kakaknya menangis. Saya bilang, 

“Dek, mas sedih lho adik nggak mau maafin mas.”

Si adik pun mendekat. “Mah (s), ayo ayim (salim).” Mereka kembali tertawa dan berpelukan. Dan saya terharu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s