Institut Ibu Profesional

#NHW 6: Jam Terbang

Sudah berapa tahun menjadi ibu? Itu pertanyaan yang lumayan menohok bagi saya. Sudah hampir enam tahun menikah dan hampir lima tahun menjadi ibu namun waktu sepanjang itu terasa hanya rentetan waktu. Belum banyak peningkatan berarti yang saya capai. 

Dari matrikulasi yang saya ikuti selama sebulan ini saya menjadi sadar bahwa masih banyak hal yang menjadi PR bagi saya. Untuk resume sesi-sesi kuliah matrikulasi IIP batch 2 ini insya Allah akan saya tulis tersendiri. 

Nah, kalau sebelum-sebelumnya NHW (nicehomework) berupa perenungan-perenungan yang bersifat filosofis, maka NHW kali ini sudah sampai pada materi bunda cekatan, yang menurut saya lebih bersifat teknis (walau masih harus tetap mikir). Tugas kali ini berkaitan dengan Bunda Manager Keluarga Handal. Tugasnya adalah 

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu *_RUTINITAS_*

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

4⃣Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5⃣Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

6⃣Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

7⃣Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?

kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Sejauh ini saya menganggap kegiatan penting dalam hidup saya adalah menemani anak dan suami, mengaji, dan belajar (membaca, merenung, menulis) untuk diri saya sendiri. Kendati demikian, ada beberapa aktivitas yang terkadang melenakan, yaitu bergadget ria dan menonton drama Turki. Dan alhamdulillah sejak pindah ke kampung, kebiasaan nonton TV hilang sama sekali. Sementara gadget, meski tetap menggoda, sedapat mungkin saya mengurangi dan menetapkan jam-jam bergadget, yaitu ketika anak-anak tidur (dan seringnya saya juga sudah ngantuk). Kalau dulu saya baca segala macam berita dan saya mengikutinya dengan tujuan agar saya tidak kudet. Tapi kini saya mengikuti prinsip “menarik tapi tidak tertarik.” Dengn begitu say merasa waktu saya lebih banyak luang, hati juga menjadi lapang, dan pikiran pun bisa tenang.

Dari tiga aktivitas itu, saya banyak menghabiskan waktu bersama anak dan suami. Untuk ngaji dan belajar saya masih harus belajar konsisten dengan komitmen saya sendiri. Meskipun banyak waktu bersama mereka, saya masih tertatih-tatih menuju kata profesional untuk profesi saya sendiri. Saya merasa apa yang saya kerjakan selama ini masih terkesan “asal kerja,” dan terkadang karena kompetisi. Saya masih harus banyak melatih diri dan menajamkan panggilan hati untuk profesi ini. Karena itulah saya setuju dengan langkah ketiga, yaitu menjadikan tiga kegiatan penting saya sebagai aktivitas dinamis saya. 

Sejak tinggal di kampung, saya memiliki kegiatan wajib di pagi hari, yaitu setelah sholat shubuh sampai jam setengah 8 dan dilanjutkan mengantar anak ke sekolah sampai jam 10. Setelah jam 10 itulah aktivitas dinamis saya mulai. 

Aktivitas dinamis saya antara lain bersama suami mengerjakan pekerjaan percetakan, menemani anak-anak bermain, membaca buku, menulis, dll. Itu berlangsung secara acak dan tidak tentu waktunya karena menyesuaikan dengan pekerjaan yang ada di tempat usaha kami. Baru ketika sore waktu sholat ashar, saya meminta waktu pribadi saya ke suami untuk ngaji sampai maghrib, dilanjut sholat maghrib, ngaji bersama sulung dan mengajarinya baca tulis Al-Quran dan abjad sampai Isya. Setelah itu kami kembali ke aktivitas dinamis sampai jam 9 dan saya beserta anak-anak beristirahat. 

Sejauh ini saya enjoy dengan kegiatan ini. Hanya saja saya perlu merevisi waktu dan kesungguhan saya serta kekonsistenan saya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s