Spiritual

[Spiritual] Musibah

#ODOPfor99days #day7

Beberapa hari lalu saya dikejutkan oleh sebuah kabar duka. Suami sahabat kami, tepatnya sahabat keluarga kami, didiagnosis mengidap kanker hati stadium 3. Ya Allah, sampai beberapa waktu kabar itu terus saja membuat pikiran kacau. Bagaimana bisa? Kenapa harus dia? Bagaimana mereka menghadapinya?

Kanker bagi saya adalah penyakit berat, seperti serangan jantung (yang pernah menyerang abah), ginjal bocor (yang menjadi perantara tutup usianya adik kami), dan lain-lainnya. Maksudnya itu bukan penyakit ringan seperti flu, pilek, batuk, dsb. Karenanya saya sempat shock dengan kabar itu. Meskipun tidak ada berat-ringan di sisi Allah. Apabila Dia berkehendak, maka jadilah. 

Karena kacaunya pikiran saya, saya kembali membuka Lentera Hati, surat-surat cinta Sang Ilahi. 

Sesungguhnya Kami pasti akan terus-menerus menguji kamu berupa sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar. [QS. Al-Baqarah: 155]

Itulah ujian. Siap saja bakal diuji. Tak terkecuali sahabat saya, saya, Anda, dan mereka semua. Itu sudah pasti. Bentuknya apa? Terserah Sang Maha. Ia lebih tau ujian apa yang layak bagi kita karena Ialah Sang Guru sejati, yang Maha Tahu keadaan jiwa-jiwa hambaNya. Namun Ia menjelaskan bahwa ujian itu sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harya, jiwa, dan buah-buahan. Artinya ujian itu hanya sedikit bila dibandingkan dengan imbalan dan ganjaran yang akan diterima. Ujian itu sedikit bila dibandingkan dengan potensi yang sudah diberikan Allah kepada kita. Ujian itu sedikit bila kita menggunakan anugerah potensi-potensi untuk menghadapinya. Bukankah Ia Maha Adil? Yang tidak akan menguji manusia di luar kadar kemampuannya?Saya percaya itu, dan saya juga percaya bahwa sahabat saya dan suaminya akan mampu melewatinya. 

Saya membaca lagi Surat CintaNya. Bersabarlah! Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. 

Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat banyak keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [QS. Al-Baqarah : 156-157]

Ya Malik, Sang Pemilik, seringkali kita, saya khususnya lupa bahwa kita bukan siapa-siapa. Kita adalah milikNya. Kami milikmu Ya Malik. Engkau berhak melaukan apa saja sesuai kehendakMu. Kami percaya segala kehendakMu pasti benar dan baik. Engkau Maha Adil, Maha Penyayang, Maha Pengasih. Kami akan kembali kepadaMu, dan saat pertemuan kami denganMu adalah pertemuan kami dengan kasih sayangMu. 

Kasih sayangnya terus melimpah, bahkan saat musibah datang. Ia menjanjikan bahwa siapa yang ditimpa musibah lalu mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan menghayati maknanya, maka mereka akan mendapat banyak keberkatan. Sedikit ujian dengan balasan keberkatan yang banyak. 

Yaitu limpahan pengampunan, pujian, menggantikan yang lebih baik daripada nikmat sebelumnya yang telah hilang, dan lain-lain. Mereka juga mendapat rahmat, yaitu limpahan karunia, dan akhirnya orang-orang yang sabar inilah orang-orang yang mendapat petunjuk. Petunjuk yang tidak saja untuk mengatasi kesulitan dan kesedihannya, tapi juga petunjuk menuju jalan kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. 

Indah sekali surat cinta yang saya baca kali ini. Musibah sama sekali tidak buruk. Orang yang sakit bukan orang yang terkutuk, tercela, atau karena kualat. Tidak. Allah sedang mengujinya, menaikkan kelasnya, dan akan memberikan balasan yang banyak dari sedikit ujiannya. 

Kuncinya satu, yaitu sabar. Maka minta tolonglah kepadaNya dengan sabar dan shalat. Allah bersamamu sahabat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s