Institut Ibu Profesional

[Perjalanan] Saya di Kelas Bunda Sayang #1

#ODOPfor99days2017 #day8

Saat ini saya sedang mengikuti kelas lajutan setelah matrikulasi di Institut Ibu Profesional, yaitu kelas Bunda Sayang. Di kelas ini, akan ada 12 pembahasan yang akan dilaksanakan selama 12 bulan atau satu tahun. Wow, untuk menjadi ibu yang profesional ternyata harus belajar selama itu ya. Itu baru tahap pertama, kedepannya akan ada tiga tahap lagi, yang apabila masing-masing ditempuh dalam 1 tahun, maka akan diperlukan empat tahun. Itu baru belajar teorinya, bagaimana prakteknya?

Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Saya pun tidak berani mengatakan bahwa saya sudah menjadi ibu profesional meskipun saya lulus matrikulasi dengan nilai kelulusan 100%. Bagi saya menjadi ibu yang profesional (dengan ilmu) adalah proses panjang, sepanjang kehidupan itu sendiri. 

Yang menjadi tema pertama di kelas Bunda Sayang ini adalah Komunikasi Produktif kita sebagai seorang individu, istri, ibu, dan anggota keluarga. 

Sebagai individu, yang harus diperbaiki (oleh saya) adalah persepsi dan kata-kata. Kalau saya menganggap suatu permasalahan adalah sebuah beban, maka ia akan benar-benar menjadi beban berat. Sebaliknya, bila permasalahan itu adalah sebuah tantangan, maka ia akan menjelma menjadi sosok seru yang membuat penasaran dan membawa semangat. 

Sebagai seorang istri, komunikasi produktif ini tentunya berhubungan dengan pasangan. Ini yang agak berat karena berhubungan dengan orang lain yang berbeda pengalaman, berbeda latar belakang, dan berbeda pendidikan. Bertemu ketika sudah sama-sama dewasa dan membawa karakter masing-masing tentunya akan membawa benturan. Nah, di sinilah letak pentingnya komunikasi produktif dipelajari oleh pasangan suami-istri. Kunci dalam komunikasi produktif pasangan adalah dengan membagikan bukan memaksakan. Artinya, masing-masing latar belakang itu idealnya membentuk cara pandang tentang kita, Aku + kamu = kita.

Nah, yang terakhir adalah komunikasi dengan anak. Di sinilah letak PR terbesarnya. Banyk teori yang ditawarkan, semacam teori KISS (keep information short and simple), ramah, katakan yang kita inginkan, fokus pada solusi, memberi pujian/kritikan secara spesifik, memberikan observasi bukan interogasi, memberi empati, dan memberikan pilihan, bukan peritah. 

Maka, sampailah saya pada game challenge komunikasi produktif.

Advertisements

One thought on “[Perjalanan] Saya di Kelas Bunda Sayang #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s