HE Farras · Institut Ibu Profesional

[Game #1.2] Apresiasi Tulus

“Ibu…ibu.. abah, ibu di mana sih?”

“Mbah… ibu di mana?”

“Adek… ibu di mana? Adek liat nggak? Ibu… ibu…”

Suara sulung memanggil saya. Tentu saja saya penasaran, ada apa dengan dia, kok begitu semangat memanggil saya.

“Ibu… liat nih, mas bikin-bikin. Ini kapal, ini awan, ini hujan, trus ada pohonnya di samping laut. Ada mataharinya juga.”

Saat itu saya sedang ngantuk berat, sementara di tangan saya ada data yang juga harus saya baca. Kalau saya mau menuruti kemauan saya, saya sudah akan melontarkan kalimat-kalimat ini, “o… begitu,” atau “kok begitu sih gambarnya?” Atau “mas, nanti aja, ibu ngantuk.”

Untungnya saya masih sadar dan bisa mengendalikan kata-kata saya. “Ini siapa yang bikin kapalnya?”

“Mas lah.”

“Gambarnya? Siapa yang nunjukin?”

“Ya mas sendiri yang tau”

“Oke… sudah bagus sayang. Besok kita bikin yang lebih bagus lagi ya.”

“Tapi ibu temenin ya.”

“Iya, insya Allah.”

Matanya berbinar, berlalu, dan kemudian menyimpan karyanya ke dalam map snell miliknya. Alhamdulillah, saya bisa menyenangkan hatinya, tidak memutuskan kebahagiaanya, dan tidak menorehkan luka di hatinya, serta tidak meremehkannya.

#hari2

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif 

#kuliahbunsayiip

#ODOPfor99days2017 #day12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s