Institut Ibu Profesional

[Game #1.3] Aplikasi KISS

Pagi hari adalah waktu yang paling heboh di setiap harinya, apalagi saat hari-hari masuk sekolah. Saya yang tidak bekerja di luar saja sering keteteran padahal saya memulai standar pagi dari jam 5. Saya bisa membayangkan bagaimana repotnya ibu-ibu hebat yang bekerja di luar, tanpa ART, dan mempunyai balita. Tentu perjuangan mereka jauh lebih heboh dari saya.

Kalau sudah keteteran begitu, sementara jarum jam terus melaju, ada saja hal-hal kecil yang memancing emosi negatif muncul. Biasanya yang jadi korban adalah anak-anak. Anak yang tidak mau disuapin abahnya, anak yang tidak cepat mengerjakan pekerjaannya, belum lagi toko yang harus dibuka, semua membutuhkan penanganan cepat. 

Sebelumnya saya selalu mengomel menghadapi sulung yang bersiap-bersiap berangkat ke sekolah.

“Ayo mandi, pakai baju, terus makan, cuci tangan, jangan lupa piringnya dibereskan, terus pakai kaos kaki, pakai sepatu!”

“Ayo, pakeknya jangan lama-lama, nanti terlambat.”

Begitu terus setiap pagi kecuali pagi di hari Jum’at saat ai sulung libur sekolah. Apakah saya berhasil? Apakah semua instruksi itu terlaksana?

Tidak, saudara-saudara. Bahkan pernah suatu waktu saat instruksi-inatruksi itu mulai membahana, dia bergeser ke toko dan menonton TV. Tidak ada satupun pekerjaan yang diinstruksikan itu dilaksanakan. Dan saya semakin emosi. 

Keadaan harus diperbaiki, begitu pikir saya. Saya mulai dari menciptakan suasana pagi saya dengan energi positif. Itu untuk saya. Untuk anak saya, saya mengkondisikan mereka, membangunkan mereka lebih pagi. Mereka jadi mempunyai waktu yang lebih panjang untuk melakukan standar pagi mereka, jadi mereka tidak akan buru-buru. 

Hal lain yang saya perbaiki adalah soal instruksi. Saya mencoba aplikasi KISS (keep information short and simple) yang saya dapat di kelas Bunda Sayang. Jadilah pesan saya sampaikan satu-satu, tanpa buru-buru, dan dibumbuhi senyum. Saya senang karena tidak harus marah-marah, anak pun riang karena mereka merasa tenang dan nyaman. 

“Mas, bangun yuk! Mandi ya.”

“Habis itu makan ya bu, ibu siapin makan dan kaos kaki ya!”

Dan seterusnya. Saya hanya memantauny, tanpa teriakan, dan sambil menyelesaikan standar pagi saya.
#hari3

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

#ODOPfor99days2017 #day14

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s