Institut Ibu Profesional

[Game #1.5] Memupuk Kepercayaan

Saya ditanya seorang teman, apa yang saya lakukan kepada anak-anak sampai mereka terlihat tenang ketika meminta sesuatu, maksudnya anak-anak tidak sampai tantrum, berguling-guling di lantai, atau merauang-raung? 
Saya katakan bahwa saya perlakukan mereka sebagaimana saya ingin diperlakukan, saya memupuk kepercayaan kepada mereka, menghindar untuk berbohong, dan tepat janji. Jadi ketika mereka meminta sesuatu, kalau itu memungkinkan, akan kami penuhi. Kalau permintaan tidak memungkinkan, akan kami katakan bahwa kami tidak bisa memenuhinya dengan alasan yang logis. Kalau memungkinkan tapi tidak bisa dipenuhi saat itu juga, akan kami janjikan dengan waktu yang jelas, kalaupun pada saat yang dijanjikan tiba sementara kami belum bisa memenuhinya, kami minta maaf, meskipun anak-anak sudah lupa. Ini berlaku pada kami berempat, saya, suami, anak sulung, dan bahkan pada si adek yang baru berumur 2 tahun. 

Kejadian ini terjadi kemarin, si sulung minta mainan mobol robot. Saya menyetujuinya saat pulang sekolah. Setelah keluar kelas kami menuju kantin untuk membeli mobil robot yang dimaksud, ternyata si penjual sudah pulang. Maka saya pun berjanji untuk membelikan pada keesokan harinya (hari ini). Tidak ada amukan, tangisan, atau kekecewaan karena dia tau saya akan memenuhi janji saya esok hari. Hari ini kami pun membeli mobil robot tersebut dan Farras terlihat puas dan bahagia sekali. 

Kejadian lain di pagi ini. Fawwaz minta pentol (bakso). Saya jelaskan kepadanya kalau saat ini dia belum boleh makan pentol karena masih sakit mata karena alergi. Maka saya bilang ke dia lebih baik beli bubur sum sim saja. Sukses, anpa ada tangisan, tanpa tantrum, dan juga acara guling-guling. 

Jadi kesimpulan saya, selama kita memupuk kepercayaan ke anak-anak, dengan tidak berbohong dan tepat janji, anak-anak akan lebih mudah diberi pengertian. Mengapa ada anak tantrum ketika meminta sesuatu? Itu karena anak sering dibohongi. “Nanti ya ayah belikan. Sekarang ayo pulang dulu!” Dan janji itu tidak pernah terpenuhi. Atau “eh, kalau nakal-nakal nanti ditangkap polisi lho!” Dan kenyataannya tidak pernah ada polisi menangkap anak-anak. 

#hari5

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

#ODOPfor99days2017 #day17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s