Cerita Ringan

Tantangan 1000 Halaman

Akhirnya saya bisa menyelesaikan tantangan membaca 1000 halaman di akhir bulan Januari lali dengan membaca lima buku. Tiga buku di antaranya sudah saya review. Dua buku lainnya akan segera tayang reviewnya.

Untuk seorang mahmud seperti saya, dengan dua balita yang selalu lengket di sisi, juga dengan pekerjaan di percetakan kami, dan juga pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya, membaca sebuah buku adalah suatu tantangan yang lumayan berat. Ditambah lingkungan sekitar yang masih menganggap orang yang membaca buku itu seperti alien. Tapi untuk anggapan orang, saya tidak terlalu memedulikan. Yang pasti saya puas setelah membaca buku, apalagi bila saya bisa membuat reviewnya. 

Dari kategori berat-ringannya, buku yang tergolong ringan adalah buku Semua Ayah adalah Bintang. Buku tipis yang saya baca sebelum tidur dalam satu waktu inj tulisan Neno Warisman tentang perannpenting ayah dalam pengasuhan. Ceritanya berdasar pada cerita nyata, jadi alurnya tidak ribet dan ringan ketika dibaca. Pada urutan kedua, buku 21 Balon tergolong ringan karena sejatinya buku itu dibuat untuk pasar anak-anak. Buku iti adalah novel fiksi-ilmiah yang memukau.

Selanjutnya adalah buku Bunda Sayang. Ini adalah buku parenting praktis yang berisi cerita keseharian yang kemudian direfleksikan pada teori-teori kurikulum IIP tahap pertama, yaitu Bunda Sayang. Karena bersifat praktis, buku ini pun tergoling ringan. 

Totto-chan menempati peringkat berikutnya. Meskopun termasuk buku cerita, buku ini tidak bisa dibaca sambil lalu karena banyak pelajaran, terutama pendidikan anak, yang tersirat di dalamnya. Anda yang jngin banyak belajar tentang dunia anak, silahkan baca buku ini!

Yang terakhir adalah buku Buat Apa Shalat?! Karya Pak Haidar Bagir, dosen saya ketika di ICAS dulu. Buku ini banyak mengajak merenung dan berefleksi tentang shalat kita, ibadah utama kita. Karenanya saya jadi banyak berhenti di tengah-tengah bacaan saat refleksi itu datang. Saya bahkan sudah menulis dua review tentang buku ini.

Lima buku dalam sebulan bukanlah hal yang luar biasa dan cenderung kurang karena target saya, yaitu 8 buku dalam satu bulan. Tapi setelah membaca buku Buat Apa Shalat?!saya berfikir ulang tentang jumlah ini. Ternyata tidak semua buku bisa dibaca dalam sekali duduk. Ada buku-buku yang memang ditulis untuk tidak sekedar dibaca, lebih dari itu ada buku yang “minta” direnungkan dan direfleksi. Untuk buku semacam ini akan dibutuhkan waktu lebih banyak untuk menghabiskan isinya. 

Februari datang. Sudah ada beberapa kandidat buku yang sudah menunggu. Semoga saja target bisa dipenuhi dan bacaan serta reviewnya bisa terlaksana lebih baik dari sebelumnya.

#ODOPfor99days2017

#day18

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s