HE Fawwaz

[JIP #1] Cinta Buku, Cinta Baca, Cinta Ilmu, Cinta Kebenaran


Salah satu hal yang banyak dikeluhkan orang tua adalah masalah minat belajar dan membaca anak. Seperti semalam, seorang ibu dengan tergopoh-gopoh bercerita tentang anaknya yang duduk di kelas 1 belum lancar membaca, sementara tuntutan belajar sudah semakin tinggi. Anak-anak sudah harus mengerjakan LKS. “Disuruh belajar susahnya minta ampun Mbak. Padahal di sekolahan sudah dikasih LKS. Kalau tidak lancar baca kan susah ngerjain LKSnya.”

Ada beberapa catatan atas keluhan tersebut. Pertama, tentang belajar membaca. Masih umum di masyarakat kita, belajar membaca itu ya belajar huruf, belajar rangkaiannya, belajar membaca kata, kalimat, dan seterusnya. Padahal sebelum belajar membaca secar formal, ada beberapa tahapan yang harus dilalui anak. Mulai dari pengenalan buku, mengakrabkan buku, belajar membolak-balik halaman buku, bahkan di beberapa buku saya membaca hal utama yang harus dimiliki anak sebelum ia belajar membaca adalah belajar mencintai buku. Kalau cinta sudah dimiliki, anak akan dengan sendirinya cinta baca, kalau sudah cinta baca anak akan menjadi orang yang cinta ilmu. Kalau sudah cinta ilmu anak akan mencintai kebenaran yang merupakan inti dari ilmu, yang pada akhirnya akan mengantarkan anak pada cinta Sang Mahabenar.

Kedua, tentang teladan. Hal yang umum di masyarakat kita,  untuk belajar anak disuruh, bukan diajak bersama-sama belajar. Makanya les privat dan lembaga bimbingan belajar sekarang ini tumbuh dengan subur, bahkan itu di kampung-kampung. Orang tua sudah merasa selesai dengan tanggung jawab mendisik anak dengan mengirim ke sekolah dan menyediakan dana les privat. Padahal metode yang sangat ampuh dalam menumbuhkan minat baca dan belajar adalah dengan teladan.
Ketiga, belajar untuk mengerjakan LKS. Serem kan ya kesannya. Anak-anak diberi kesan bahwa kalau sudah bisa membaca, anak akan bisa mengerjakan LKS. Artinya kalau pengerjaan LKS sudah selesai (sudah lulus sekolah), membaca pun sudah tidak diperlukan lagi. Inilah yang perlu diluruskan karena sejatinya agama kita dab ilmu itu tidak bisa dipisahkan.
Keterangan gambar. Fawwaz (2 tahun) menikmati kegiatan membaca buku mandiri. Tentu saja dia belum bisa membaca kata-kata di dalam buku itu. Tapi saya melihat pancaran kebahagiaan setiap dia melakukan aktivitas ini. Yang kaminlakukan adalah memfasilitasi (menyediakan buku), menemani, menjawab pertanyaan “ini apa?” yang khas anak dua tahun, dan merawat cinta buku-cinta baca-cinta ilmu-cinta kebenaran yang mulai tumbuh padanya

#JurnalIbuPembelajar

#Portofolio.FBE.Fawwaz(2tahun)

#FitrahBelajar

#day1to7days

#ODOPfor99days2017 #day39

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s