Pendidikan Anak

Membacakan Buku Berbahasa Arab

Kemarin lusa, dua buku berbahasa Arab pesanan saya datang. Pas ada iklan buku Bahas Arab, tanpa pikir panjang saya langsung pesen. Setelah pesen baru merasa deg-degan. Bagaimana kalau harga buku itu mahal? Bagaimana mempertanggungjawabkannya di hadapan kepala manager keluarga? 

Tapi ternyata harga dua buku itu murah kalau melihat kualitasnya. Dua buku itu berjudul al-Kitab al-Kabir li al-Asyya’ al-Asasiyah dan Thaba Masauk ya Arnubi al-Shaghir. Jadi sekarang kami mempunyai 3 buku berbahasa Arab, buku satunya berjudul Ahsan al-Qashash. 

Untuk al-Kitab al-Kabir, saya tidak merasa kesulitan karena isinya adalah kosa kata Bahasa Arab (sesuai dengan judulnya). Buku ini cocok untuk anak-anak untuk mengenalkan kosakata Bahasa Arab. Hampir sama dengan kamus memang, tapi buku ini lebih menarik karena desain dan gambarnya sangat cantik. Kelebihannya yang lain adalah penyusunan kosa kata yang dibuat pertema. Tema pertama tentang benda-benda di rumah dan angka. Tema kedua tentang kosa kata pekerjaan. Tema ketiga tentang lawan kata. Tema keempat tentang bentuk dan warna. Beberapa kata ada yang belum saya kenal. Dan saya hatus membuka kamus lagi.

Buku kedua adalah buku cerita semacam buku pengantar tidur (sesuai dengan judulnya). Saya baru membacakan satu judul di buku ini, yaitu Manzil Jadid li ‘Ailah al-Arnab. Wah… ternyata saya banyak tidak mengenal kosa kata di buku ini. Jadi saya skip saja kata-kata yang tidak saya fahami dan terus melanjutkan bacaan sampai akhir cerita. Saya membaca kalimat bahasa Arabnya dan kemudian saya artikan secara bebas. Dibantu gambar yang cantik, saya bisa mengambil kesimpulan besar di cerita ini.

Ini berbeda dengan buku Ahsan al-Qashash, buku yang diberi adik oleh-oleh dari Mesir. Buku itu menggunakan bahasa yang sederhana dan memakai bahasa Al-Quran. Jadi ketika membacakannya untuk anak-anak saya tidak mengalami kesulitan berarti dalam menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, ditambah isi cerita dalam buku yang populer, yaitu kisah para nabi terdahulu. Saya merasa kemudahan membaca buku berbahasa Arab itu karena ada Al-Quran. Saya teringat dengan kata-kata Pak Ahsin Sakho, bahwa mempelajari Al-Quran itu akan memberi banyak bonus, salah satunya adalah kemampuan bahasa Arab. Alhamdulillah, saya bisa merasakan itu meski kemampuan yang saya dapat masih sangat sedikit.

Kenapa saya tertarik membacakan buku berbahasa Arab kepada anak-anak? Sederhana. Agar mereka mengenal bahasa Arab, mencintainya, dan kemudian cinta untuk mempelajarinya dan mengantarkan mereka cinta pada bahasa Al-Quran. Untuk mengantar mereka pada cinta, saya memilih metode ini, membacakan buku yang menarik di usia dini mereka. Alhamdulillah, dua balita saya sangat menyukai buku-buku itu. Semoga ini menjadi awal yang baik. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s