Institut Ibu Profesional

[Game #4.4] Berkenalan dengan Gaya Si Bontot

Kami memiliki dua putra yang banyak dikira kembar. Meski kata orang mereka mirip, tapi keduanya memiliki karakter yang sangat berbeda. Tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan, tapi dengan menuliskan atau menceritakan perbedaan mereka, itu menjadi semacam alat deteksi kami dalam membersamai tumbuh kembang mereka. 

Kalau sulung kami bisa duduk berjam-jam bermain lego atau membaca buku, maka itu tidak berlaku untuk si bungsu. Dia paling tidak betah duduk lama-lama. Dia bisa digolongkan ke dalam tipe kinestetik. Kadang secara tidak sadar, kami, saya, suami, dan mbah-mbahnya, tidak jarang memprotes kebiasaannya itu.

“Ndolok’o!” Begitu protes kami. 

Sebenarnya kami sadar itu salah. Menyuruh anak tipe kinestetik untuk diam adalah seperti menyuruh ikan untuk terbang. Sayangnya kami seringkali lupa akan hal itu. Tapi lama-kelamaan kami bisa belajar “menerima” perbedaan dia dari kakaknya yang lebih kalem itu. Kami pun banyak belajar bagaimana cara menghadapi karakternya yang keras dan tidak mudah goyah itu. Artinya, kamilah yang harus menyesuaikan diri dalam membersamainya, bukan dia yang harus menuruti keinginan kami. 

Salah satunya penyesuaian kami adalah dalam menerima gaya belajarnya. Kalau Farras bisa duduk diam berlama-lama dibacakan buku, Fawwaz tidak. Buku yang dibaca akan diambil, ditata rapi seperti kereta. Tapi dia bukan sama sekali tidak suka dibacakan buku. Dia juga pecinta buku seperti kakaknya. Hanya saja durasinya tidak lama. 

Dalam hal ini kami banyak terbantu oleh Farras. Saat kami mengajari ngaji Farras, Fawwaz ikut dan lumayan, dia bisa anteng dibacakan satu halaman Iqro. Ketika kami mengajak Farras hafalan surat pendek, doa harian, atau sholawat, ternyata dia ikut mendengarkan, padahal dia sibuk dengan mainannya. 

Di situlah rupanya kelebihanFawwaz. Dia cepat sekali menghafal meskipun dia hanya mendengar dan disambi bermain. 

Dan malam ini, kami dibuat kagum, haru, sekaligus merasa lucu. Dia membuka-buku buku Enyd Bilton sambil membaca surat al-Ikhlas penuh satu surat. 

Alhamdulillah.

#Tantangan10hari

#Level4

#KuliahBunSayIIP

#GayaBelajarAnak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s