Institut Ibu Profesional

[Game #4.10] Celoteh Bungsu

Saat bangun tidur siang tadi, Fawwaz (2 tahun 2 bulan) bilang,

“Ibu, perut adek kosong.”

“Terus?” Tanya saya. 

“Adek mau maem lah, pake iwak. Iwak bandeng, pake sambel.”

Atau, saat melewati makam, dia dengan entengnya menyapa almarhumah mbah yut.

“Hai mbah yut! Lagi ngapain?”

Saya sontak tertawa dengan celotehnya. Fawwaz termasuk cepat dalam kemampuan bicara dan logika berpikirnya pun sudah runtut. Dia sangat bawel, jika bertemu orang yang dikenalnya, tak segan dia menyapanya. 

Kelebihan lain dari kemampuan berkomuniasi dia adalah bisa bicara dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Beberapa bahasa Jawa pun ada yang dia mengerti bahasa kromonya. 

Jadi, saat kami pindah ke kampung, Fawwaz berusia 1,5 tahun. Saat itu dia sudah mulai bicara, dengan bahasa Indonesia tentunya. Nah, dalam waktu hampir 1 tahun ini, dia menyerap begitu banyak kosa kata terutama kosa kata bahasa Jawa. Kemampuan berbahasa Indonesia-nya pun terus berkembang karena si mas masih luwes berbahasa Indonesia daripada bahasa Jawa. Saya membayangkan begitu kayanya kosa kata dia dalam otaknya, yaitu dua kali kosa kata karena dia bicara dua bahasa. Sementara dia sudah lancar bicara dan bercerita. Hampir semua pembicaraan kami dimengertinya. 

Pada kemampuannya ini, saya kira kemampuan auditorinyalah yang bermain peran besar. Ia mendengar, mengamati, meniru, dan langsung mempraktikannya. 

#Tantangan10Hari

#Harike10

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunSayIIP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s