HE Farras · HE Fawwaz · Mengikat Makna (RBI)

[RBI #10] Selamat Jalan Mbah Yut! 

Ini adalah foto terakhir yang kami ambil bersama mbah buk (mbah yut-nya anak-anak). Foto ini kami ambil saat berziarah ke makam sunan Drajat awal tahun ini. Saat itu adik-adik saya lengkap di rumah. Maka kami pun berziarah bersama mbah buk. 

Pagi tadi, sesaat sebelum adzan shubuh mbah yut kembali pada Sang Pencipta setelah tiga hari tidak sadarkan diri karena terjatuh. Ada luka memar di telinga. Tapi kami tidak tau pasti penyebabnya. 

Selama tiga hari itu saya ajak anak-anak mengunjungi mbah yutnya di rumah sakit. Farras yang sudah mengerti bertanya detil tentang keadaan mbah yut. 

“Mbah yut kenapa bu?”

“Kenapa mbah yut ga bisa bangun bu?”

“Emang mvah yut itu masih hidup? Kalau hidup, kenapa ga bisa dibangunin bu?”

“Trus mbah yut makannya gimana bu?”

Sementara si adek yang awalnya ingin melihat mbah yut dari dekat, merasa ketakutan melihat mbah yut yang susah bernafas meski pakai nafas bantuan. 

Kini mbah yut sudah tiada bersama kami, di hari yang biasanya kami semua berkumpul di rumah mbah yut saat malam lebaran. Mbah yut sudah bersama mbah yut abah di alam sana. Mbah yut juga bersama mbah yut Masrifah (adiknya) yang meninggal tepat 100 hari sebelumnya. 

“Tapi apa mbah yut bisa hidup lagi tah bu?” Saya menjawab bahwa yang sudah meninggal tidak bisa hidup lagi. 

“Tapi di pelajaran yang ibu ajarkan, manusia akan bangkit dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam.” (Surah al-Zalzalah)

Saya jelaskan, itu kejadian di hari Akhir nanti. Kemudian dia berkata panjang lebar, bertanya tentang almarhum pakleknya, mbah yut Turi, mbah yut Keben, dan lain-lain. 

Ah… Saya menulis ini masih dalam keadaan sendu. Seratus hari yang lalu, kami masih mempunyai tiga mbah, mbah buk Hj. Masrifah (mbahnya suami), mbah buk Hj. Shofiyatun (mbah saya dari ibu), dan mbah Murinten (mbah saya dari abah). Mbah Hj.  Masrifah dan mbah Hj. Shofiyatun adalah kakak beradik yang meninggal dalam 100 hari. 

Kebersamaan di dunia memang sudah usai. Tapi kenangan akan terus melekat. Kami ikhlas atas kepergianmu mbah. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan salah serta membalas segala amal kebaikan yang mbah tanam. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s