HE Farras · Mengikat Makna (RBI)

[RBI#12] Juara

Hari ini adalah hari yang cukup berkesan bagi saya, terutama saya yang berperan sebagai ibu. Saya harus menyaksikan Farras tampil di panggung untuk pertama kali. Saya juga naik ke panggung untuk menerima penghargaan Farras untuk pertama kalinya. Dia mendapat juara 3 di kelasnya. 

Untuk tampilan Farras menghafal terjemah surat al-Zalzalah sebenarnya itu hal yang biasa, tidak ada yang istimewa. Tapi ada perjuangan berat yang harus kami lalui dalam suksesnya tampilan Farras. 

Saya harus metakinkannya bahwa penampilan dia itu ada guna dan manfaatnya, khususnya manfaat untuk dirinya sendiri. Ini saya bangun agar ada motivasi dari dalam dirinya karena saya yakin, motivasi terbaik itu motivasi internal. 

Rupanya saya tidak begitu sukses dalam membangkitkan motivasi ini. Apalagi setelah Farras melihat teks terjemahan yang akan dia baca begitu panjang. Farras yang awalnya diminta tampil membaca sontak menolak. Dia mogok membaca. Dia malah meminta saya membacakan naskahnya dan dia akan menghafalnya. Padahal dalam hal ini, nilai membaca lebih dihargai daripada menghafal. (Saya menduga guru TK-nya ingin menunjukkan kalau ada anak didiknya di kelompok A yang sudah bisa membaca).

Sampai akhirnya saya harus menggunakan iming-iming hadiah kalau dia bisa tampil dengan sukses. Motivasi ini memang ampuh. Dia menjadi rajin dan akhirnya dia bisa menghafal dengan lancar.

Tapi saya menyaksikan ada perubahan motivasi dalam dirinya dua hari sebelum dia tampil, yaitu saat dia diminta tampil di depan teman-teman dan gurunya. Dia begitu bersemangat dan sama sekali lupa dengan iming-iming hadiah. Dia bahkan meminta saya terus melatihnya agar hafalannya semakin lancar. “Aku kan mau tampil bu. Aku pengen tampilnya bagus.” Just it! Oke, saya jabanin dah berapa kali permintaan yang disuguhkan ke saya. 

Akhirnya tadi pagi dia tampil cukup bagus. Mungkin bagi sebagian orang menganggap tampilan Farras biasa saja. Saya pun beranggapan begitu. Anak lain pun bisa melakukannya. Tapi yang berkesan bagi saya justru behind the scene-nya, yaitu pembangkitan motivasi internal. 

Saya menginginkan semua apa yang dilakukan Farras itu terbangun atas motivasi internal yang baik, bukan karena paksaan, hukuman, atau imbalan. Ini bisa dilakukan dengan rasionalisasi tiap-tiap perbuatan. Saya percaya, motivasi internak yang baik inilah yang akan mengantarkan anak-anak kepada kesuksesab sejati. 

Kesan mendalam kedua saya hari ini adalah ketika saya naik panggung mengambil hadiah. 

Insya Allah akan saya tulis selanjutnya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s