HE Farras · HE Fawwaz · Mengikat Makna (RBI)

[RBI #15] Fitrah Bakat dan Perkembangan

“Fitrah bakat adalah potensi keunikan berupa sifat bawaan yang telah Allah instal sejak pertama kali diciptakan.” –Harry Santosa—

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa bakat ini sebenarnya sudah nampak sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan dan akan semakin menguat dan konsisten saat usia 10 tahun. Bakat ini ibarat benih yang akan tumbuh bila dirawat dengan baik. Sebaliknya, benih akan mati bia diabaikan, dibelokkan, atau dipatahkan.

Saya mengamati ada beberapa bakat yang dimiliki Farras di usia yang ke-5 ini. Sebagian bakat itu kuat, sementara yang lain nampak sebagai penguat saja. 

Bakat yang paling kuat adalah pemikir, terutama dalam bidang sains. Buku-buku yang menjadi favoritnya adalah buku-buku bertema alam, binatang, tumbuhan, energi, planet, dan lain-lain. Bahkan ada kejadian yang membuat saya terheran-heran soal ketertarikannya pada sains ini.

Saat omnya liburan kemarin, dia diajak membuktikan bahwa sinarmatahari itu panas dan bisa membakar. Omnya menunjukkan ke Farras teori ini menggunakan kaca pembesar yang kami miliki. Jujur saja, ini pengetahuan dan penelitain baru bagi saya dan abahnya yang bukan berlatar pendidikan sains.

Tapi, Anda tau respon Farras. “Aku sudah tau itu. Kan ada di buku.”

“Hah! Buku yang mana?” Saya kaget karena merasa belum membaca dan membacakan buku tentang percobaan dengan kaca pembesar ini.

“Itu, di buku yang ibu belikan pas aku puasa.” Benar saja, dia menunjukkan buku tersebut sekaligus menunjukkan halaman percobaannya.

Bakat lain yang dimilikinya adalah IT. Memang masih tingkat dasar, yaitu pengenalan computer dan program-program di dalamnya. Yang menjadi bagian menarik adalah bagian paint. Sudah beberapa gambar dia buat. Saya mengamatinya dengan seksama tiap-tiap gambar yang dibuatnya. Semakin hari, ada kemajuan berarti. Kalau awal-awal menggambar hanya menggambar sekenanya saja, missal menggambar bintang, rumah, bulan, matahari. Tahap selanjutnya adalah menggambar dengan sebuah konsep, misalnya air tangki air bersih yang berjalan di atas aspal, atau pemandangan di senja hari saat matahari terbenam. Dan hari ini dia menggambarkan sebuah masjid untuk saya.

Jangan dikira menggambar di computer itu sederhana. Ada banyak kemampuan yang bisa diasah di dalamnya. Missal konsep bangun datar, menggabungkan beberapa bangun datar sampai menjadi sebuah gambar yang sempurna, pencampuran warna, dan juga penyusunan kalimat (Farras sudah bisa menulis).

Saat sang kakak asyik menggambar, saya menikmati ocehan si bungsu yang sedang giat-giatnya mencoba banyak kata. Ya, Fawwaz (2 tahun 5 bulan) sedang berkembang pesat dalam hal bahasa. Saya memang sudah pernah melewati masa ini, yaitu membersamai anak ketika anak tumbuh kembang bahasanya. Tapi tetap saja saya merasa terkagum-kagum dengan pola yang sudah digariskan Pencipta pada makhluk yang bernama anak kecil ini.

Saya sampai termenung lama memikirkan bagaimana sebenarnya proses perkembangan bahasa yang dialami Fawwaz. Saya menganalogikannya dengan proses saya belajar bahasa asing, bahasa Inggris misalnya. Saya membayangkan Fawwaz belajar berbicara itu seperti saat saya mencoba belajar dengan mendengar para bule atau siapa saja yang sedang berbahasa Inggris. Saat seperti itu adalah saat yang rumit dan membutuhkan konsentrasi tinggi.

Tapi saya melihat si makhluk kecil ini enjoy sekali. Dia bahkan berada di keluarga dengan dua bahasa, Jawa dan bahasa Indonesia. Dan dia mampu menguasai keduanya dengan baik, tidak sekedar mengerti, tapi bisa berhasa Jawa dan Indonesia dengan baik.

Saya bisa mengatakan, dia sudah sempurna dalam berbahasa dasar (SPOK). Tidak itu saja, beberapa konsep rumit, seperti konsep sebab-akibat, lawan kata, perbandingan (besar, sedang,kecil), angka, sudah mampu dikuasainya. 

Saya memang membersamainya setiap saat. Tapi tetap saja, saya merasa terkagum-kagum dengan pola belajar yang sudah diinstal Sang Pencipta padanya. Meski sata setiap saat di sampingnya, saya merasa ada yang saya lewatkan dari proses belajar Fawwaz ini. Maksudnya, saya merasa ada yang tidak saya fahami dari proses pemahaman konsep-konsep yang dilalui oleh anak ini.

Semalam ibu bercerita. Saat ibu iseng bertanya apa bacaan di kertas bungkus krupuk. Fawwaz menjawab, “bacaannya itu ‘ini jajanan. Ini krupuk kacang.’” Mbahnya sampai terheran-heran dengan jawaban Fawwaz, bagaimana anak ini bisa menalar sampai ke sana. Saya sendiri pun tidak bisa menemukan jawabannya.

#Farras5tahun

#FitrahBakat

#Fawwaz2tahun5bulan

#FitrahPerkembangan

#FitrahBelajar

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s