pernikahan

[RBI #24] Sentra Persiapan

“Sentra persiapan adalah tempat bekerja dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kognisi, motorik halus, dan keaksaraan yang diorganisasikan oleh guru dan fokus pada kegiatan-kegiatan matematika, membaca, dan menulis.” (Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini, Mukhtar Latif, dkk.)

Asyiknya belajar di rumah dan berbasis rumah adalah adalah kita bebas berkreasi tanpa adanya tuntutan ini-itu yang terkadang tidak sesuai dengan naluri kita. Saya ambil satu contoh ekstrim. Di hampir semua TK yang saya jumpai dan juga dari pengalaman mengajar TK pada beberapa tahun silam, hampir semua kegiatan anak di sekolah adalah soal calistung. Sayangnya, hampir semua TK itu mempunyai pendkatan, metode, dan kurikulum yang seragam. Bahwa belajar pada hari A adalah materi B, C, dan D, dengan media E, F, dan G, kemudian dievaluasi apakah anak sudah menguasai materi tersebut atau masih “tersandung.” Semua tentang calistung. Kalaupun masuk sentra seni atau bahan alam pun, metode yang dipakai masih berbasis buku kegiatan semacam LKS. Jujur saja, saya yang bertugas mengcopy RPPH beberapa TK di sekitar kampung ini saja merasa bosan sekali dengan kurikulum yang kaku seperti itu. 

Nah, kegiatan-kegiatan yang membosankan itu saya coba hilangkan ketika Farras pulang ke rumah seusai sekolah. “Bermainlah sambil belajar, Belajarlah sambil bermain!” Itu prinsipnya. Dan bahwa semua kegiatan dan aktivitas serta kejadian yang kita alami adalah sebuah pelajaran.

Hal yang kami lakukan di hari-hari ini adalah bermain corat-coret untuk si adek dan bermain bangun untuk si mas. Adek bebas mencoret dengan media kertas limbah fotocopy, bukan LKS atau buku yang terstruk seperti buku-buku di PAUD formal pada umumnya. Kalau diamati, adek Fawwaz sudah berada di tahap 4 dalam perkembangan menggambarnya. (Tahap 1 adalah coretan acak, tahap 2 adalah coretan terarah, tahap 3adalah penambahan bentuk-bentuk lonjong, dan tahap 4 adalah gambar kepala dengan bentuk lain). Ketika ditanya gambar apa yang dibuatnya, dia dengan tegas menjawab bahwa ia sedang membuat “iwak lumba-lumba.” 

Sebenarnya ada tahapan pra menulis dan menggambar yang seharusnya harus dilalui anak-anak, seperti meronce, menggunting, mengklasifikasi, dan lain-lain. Saya sediakan semua stimulus itu. Tapi rupanya dia lebih tertarik dengan pensil dan kertas seperti yang dilakukan kakaknya. Cara memegang pensilnya pun sudah benar dan dia sudah “tegen” dengan pegangannya. Itu terjadi saat ini, di usianya yang ke 30 bulan.

Untuk mas, sentra persiapan yang dilakukannya adalah belajar menulis hijaiyah, belajar menulis huruf abjad kecil, dan sekarang sedang senangnya menambah dan mengurangi. Untuk hijaiyah, sebenarnya saya tidak banyak memberi stimulus. Tapi pada suatu hari di minggu lalu, selepas pulang mengaji, Farras bilang kalau dia ingin belajar menulis hijaiyah agar tulisannya lurus dan rapi. “Oke lah Nak, nanti ibu carikan buku-buku bekas ibu mengajar dulu. Akhirnya setiap malam, selepas dia mengaji Iqro dia dengan senang hati, tanpa disuruh dan diminta, Farras langsung belajar menulis hijaiyah.

Sementara untuk abjad, memang ada yang miss di tahapan perkembangan menulis abjadnya. Farras yang tiba-tiba bisa menulis kata dan kalimat beberapa bulan lalu itu ternyata baru bisa menulis huruf baloknya saja. Saya baru sadar ketika ditegur bibi untuk saya bisa mengajari Farras menulis huruf kecil terlebih dahulu. Ini masih PR sekali buat saya dan Farras.

Nah, untuk matematika ini kami lebih luwes latihannya (dibanding dengan kegiatan di sekolah yang hanya berkutat pada buku, buku, dan buku). Banyak sekali hal-hal di sekitar kita yang berhubungan dengan matematika. Math around us. Seperti tadi siang, dengan keisengannya, dia membuat piramida dari tumpukan buku boardbooknya. Dari situ dia belajar bentuk dan juga rancang bangun yang tepat agar bangunan piramidnya bisa berdiri dan tidak roboh. 

Dan kemarin lusa, Farras memenangkan lomba menghitung bendera di sekolah dengan juara satu. Ini bukan soal juaranya, tapi soal kemampuannya menghitung cepat sekaligus cermat. Saya acungi jempol untuk capaian Farras yang ini. 

#SentraPersiapan

#PendidikanRumah 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s