Institut Ibu Profesional

[Game #12.7] Farras dan Corel

Setelah melihat foto hasil abah Masrodhi Abdul Hamid mengajar anak-anak MI, Farras pun ingin belajar membuat denah rumah kami. Kalau abah mengajarnya pakai paint, Farras memilih pakai corel. “Aku mau gambar denah pakai yang balon udara (lambang corel) aja bu.” Karena abahnya sedang istirahat, saya yang mendampinginya. Jujur saja, banyak hal yang saya tidak tau tentang corel… Continue reading [Game #12.7] Farras dan Corel

Institut Ibu Profesional

[Game #12.6] FILIO

Hari ini saya membaca status mbak Farda tentang aplikasi yang dibuatnya untuk menulis portofolio anak berbasis fitrah. FILIO adalah Fitrah-Based Portofolio. aplikasi ini sangat aplikatif untuk menulis portofolio karena kolom untuk menulis sudah tersedia dengan rapi. Bagi orang tua yang mengalami kesulitan menulis, aplikasi ini tentu saja sangat membantu. Membantu di sini tidak saja soal… Continue reading [Game #12.6] FILIO

Institut Ibu Profesional

[Game #5] Google Map

Jaman sekarang memang jauh berbeda dengan jaman dahulu. Tidak usah jauh-jauh mundur ke jaman Orde Baru atau jaman kemerdekaan. Perbandingannya ke masa SMA saya aja sudah sangat jauh, terutama dalam hal kemajuan teknologi. Salah satunya adalah aplikasi google map. Saya sendiri belum lama menggunakan aplikasi ini karena belum merasa perlu. Selama ini kami hanya pergi… Continue reading [Game #5] Google Map

Institut Ibu Profesional

[Game #12.1] Canva untuk yang Dicinta

Tantangan game 12 bagi saya adalah hal yang sama sekali baru. Keluarga multimedia menjadi temanya, di mana tujuan dari tema ini adalah : mendekatkan keluarga melalui multimedia. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum memperkenalkan anak-anak pada multimedia. Di antaranya : Memahami perkembangan anak secara fisik maupun psikologis. Memahami ilmu-ilmu… Continue reading [Game #12.1] Canva untuk yang Dicinta

Institut Ibu Profesional

[Game #10.10] Ibu Tangguh (2)

Ibu Ijah terus bercerita kepada ibu tentang keadaannya, Nak. ”Benar-benar abu-abu Zuh. Bahkan hitam pekat kehidupanku setelah menjadi janda empat balita. Hidup menumpang di rumah orang tuaku membuat dadaku sesak. Ibuku yang berjanji melindungi kami ternyata berubah. Mungkin inilah luapan kemarahan pada ayah anak-anakku. Tapi kami yang menjadi pelampiasannya. “Aku merasa tidak lagi berada di… Continue reading [Game #10.10] Ibu Tangguh (2)

Institut Ibu Profesional

[Game #10.10] Ibu Tangguh (2)

Ibu Ijah terus bercerita kepada ibu tentang keadaannya, Nak. ”Benar-benar abu-abu Zuh. Bahkan hitam pekat kehidupanku setelah menjadi janda empat balita. Hidup menumpang di rumah orang tuaku membuat dadaku sesak. Ibuku yang berjanji melindungi kami ternyata berubah. Mungkin inilah luapan kemarahan pada ayah anak-anakku. Tapi kami yang menjadi pelampiasannya. “Aku merasa tidak lagi berada di… Continue reading [Game #10.10] Ibu Tangguh (2)