Keluarga

Setelah Menunggu 11 Tahun

Ket. Ibu menggendong Iman (anak kedua Kholis), abah berdiri, saya anak pertama (kerudung abu-abu), Kholis, anak kedua (kerudung merah), Nur (kerudung hijau), Hadi (peci hitam), Yazid (peci putih paling depan), Umi (kerudung biru), Ami (kerudung kuning), Mas Rodhi, suami saya (peci putih baju putih), Mbah ibu (kerudung putih), Farras-Fawwaz (anak-anak saya, kaos belang dan kaos… Continue reading Setelah Menunggu 11 Tahun

Keluarga

Menjadi Ibu (Bag. 2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya. Lalu, apakah saya menyesal mempunyai anak? Mengeluh sih pernah. Tapi untuk menyesal telah menjadi ibu dari dua jagoan cerdas sama sekali tidak terlintas di pikiran ini. Sekedar mengeluh karena lelah dan kehabisan tenaga menghadapi mereka adalah manusiawi. Biasanya saat saya lelah, saya akan mengunci di kamar, tidur sepuasnya (tidak bisa lama… Continue reading Menjadi Ibu (Bag. 2)

Keluarga

Tentang Kepindahan Kami

Tidak ada yang tau pasti seperti apa hari esok akan terjadi. Itu penggalan ayat yang dituliskan sahabat saya sebagai pengingat. Saya sendiri tidak pernah menyangka bahwa setelah menikah saya akan tinggal menetap di Lampung. Saya juga kembali terkejut dengan jalanNya yang membelokkan kami ke kampung halaman secepat ini. Saya pun menghadapi banyak pertanyaan, “Emang harus… Continue reading Tentang Kepindahan Kami

Keluarga

Ketika Takdir Telah Dipilih; Boyong ke Kampung

Seperti yang saya tulis sebelumnya, meninggalnya adik ipar sedikit banyak membawa perubahan dalam hidup kami. Bahkan bisa saya katakan bahwa perubahan itu cukup besar. Perubahan itu menyangkut masa depan kami, takdir kami, dan mungkin juga nasib kami. Suami adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak ipar menikah dengan orang Lampung keturunan Jawa. Sementara adik ipar… Continue reading Ketika Takdir Telah Dipilih; Boyong ke Kampung

Keluarga

Mengenang 40 Hari Kepergianmu

Semoga Allah menyayangimu di alam sana adikku. Itu doa yang selalu aku panjatkan untukmu, hanya itu yang bisa aku berikan untukmu. Maafkan aku. Selanjutnya, aku berniat untuk melanjutkan tugasmu. Aku akan berusaha sebaik mungkin berada di sisi emak dan abah, meskipun aku sadar sepenuhnya, kenangan mereka akan kebaikanmu tidak akan bisa tergantikan oleh apapun. Kau… Continue reading Mengenang 40 Hari Kepergianmu