Institut Ibu Profesional

[Game #10.5] Kisah Keteguhan Orang Tua

Kali ini ibu bercerita tentang keteguhan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Sepasang suami-istri memiliki 8 anak. Satu di antaranya meninggal. Jadilah 7 anak itu diasuhnya dengan penuh cinta.  Anak-anak tersebut dilatih untuk mandiri sejak kecil, diberi pelajaran tentang hidup prihatin, dan yang paling utama adalah ketaqwaan pada Allah semata.  Suatu ketika si sulung minta makan… Continue reading [Game #10.5] Kisah Keteguhan Orang Tua

Perjalanan

Pesantren Tradisonal [1]

Acara jalan-jalan kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Biasanya kami meluangkan waktu, bisa sebulan sekali atau sebulan dua kali menginjungi makam-makam bersejarah di daerah Lamongan dan sekitarnya. Tujuannya untuk mengenalkan ke anak-anak tradisi dan juga sejarah Islam di daerah ini. Saat kami ke Sunan Drajat bersama keluarga besar, abah sengaja mengajak kami ke sebuah makam di… Continue reading Pesantren Tradisonal [1]

Institut Ibu Profesional

[Game #10.4] Sahabat

Hari ini kami berkesempatan berkunjung ke rumah teman kuliah ibu. Beliau sudah seperti kakak sendiri buat ibu. Meski seangkatan, usia ibu dan teman ibu tersebut terpaut cukup jauh, 9 tahun. Karenanya ibu begitu hormat seperti kakak sendiri.  Kini beliau menjadi istri seorang kyai yang bersahaja. Mereka tinggal di tengah perkebunan dengan santri-santrinya. Suasana pesantrennya cukup… Continue reading [Game #10.4] Sahabat

Institut Ibu Profesional

[Game #10.3] Harta Karun

Fawwaz bersama mbah datang dari rumah tetangga.  “Sini bu, tak lihatin harta karun!” begitu ujarnya.  Wah. Harta karun. Saya merasa terkejut dengan istilah yang dipakai Fawwaz (2 tahun 9 bulan). Saya bertanya-tanya, dari mana dia peroleh istilah tersebut.  “Memangnya harta karun itu apa, Dek?” tanya saya mengorek.  “Itu, yang dapatnya dari tanah. Iya, ini tadi… Continue reading [Game #10.3] Harta Karun

Institut Ibu Profesional

[Game #10.2] Dimakan Ikan Besar

Sambil pulang dari warung tetangga, saya berkisah kepada adek Fawwaz tentang orang yang dimakan ikan besar. Fawwaz sangat tertarij dengan apa saja yang berhubungan dengan ikan.  “Dulu, ada orang baik. Tapi dia meninggalkan teman-temannya. Dia tidak mau lagi ajak teman-temannya berbuat baik. Dia pergi. Dan dia naik kapal.” “Kapal di laut yang kaya kemarin tah… Continue reading [Game #10.2] Dimakan Ikan Besar

Institut Ibu Profesional

[Game #10.1] Kisah Bulir-bulir Nasi

“Ibu mau dongeng tentang nasi.”Begitu kata saya pada sulung kami. “Pada zaman dahulu, ada dua bulir nasi berteman baik. Namanya Tasam dan Rabit. Suatu ketika si Tasam sudah bahagia karena sudah dimakan oleh Ahmad. Sementara si Rabit menangis sesenggukan di ujung kertas bungkus nasi yang berada di tempat sampah.” “Kenapa menangis?” “Karena dia ingin berada… Continue reading [Game #10.1] Kisah Bulir-bulir Nasi