Institut Ibu Profesional

[Game #4.11] Sedikit Gaya Auditori si Kakak

Sebelum shalat maghrib tadi, anak-anak belajar berwudhu. Kali ini Farras menggunakan kemampuan auditorinya. Dia mengingat-ingat urutan wudhu melalui lagu yang dihafalnya. “Baca bismillh lalu cuci tangan Kumur-kumur cuci hidung basuh muka Basuh tangan sampai siku, kepala dan telinga, Kemudian basuh kaki lalu doa.” Sementara si adek yang belum bisa lagunya, dia mengamati si kakak dan… Continue reading [Game #4.11] Sedikit Gaya Auditori si Kakak

Pendidikan Anak

Membangun Kedekatan Ayah-Anak

Melihat ayah-anak bermain dengan riang membuat saya merasa damai. Sebagai seorang ibu-istri saya berharap kedekatan ini akan terjalin selamanya.  Sejak pindah ke kampung, waktu bersama anak memang lebih banyak karena usaha yang kami jalankan kami lakukan di kios depan rumah. Kios tempat kami bekerja juga merupakan tempat anak-anak bermain, belajar, dan melakukan apa saja. Hanya… Continue reading Membangun Kedekatan Ayah-Anak

perempuan

Menelusuri Jejak Kartini

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai  salah satu Hari Nasional. Tanggal tersebut dirujuk kepada tanggal kelahiran Raden Ajeng Kartini, seorang pahawan perempuan yang berjuang dengan pena dalam upaya kebangkitan nasional. Sayangnya, kepahlawanan R.A. Kartini sebagai perintis nasionalisme ini kurang dikenal dalam sejarah daripada ketenaran namanya sebagai perintis emansipasi perempuan di Indonesia… Continue reading Menelusuri Jejak Kartini

pernikahan

Menghidupkan Sikap Hidup Sederhana

Masih ingat berita tentang jam tangan jenderal kita yang menjadi bahan pembicaraan di negeri tetangga? Sang Jenderal diberitakan memiliki jam tangan mewah yang berharga milyaran rupiah. Tapi kemudian Sang Jenderal membantah, bahwa jam tangan itu bukan jam tangan asli dan hanya jam tangan tiruan yang harganya ‘hanya’ pada kisaran jutaan saja. Entah, mana berita yang… Continue reading Menghidupkan Sikap Hidup Sederhana

Institut Ibu Profesional

[Game #4.10] Celoteh Bungsu

Saat bangun tidur siang tadi, Fawwaz (2 tahun 2 bulan) bilang, “Ibu, perut adek kosong.” “Terus?” Tanya saya.  “Adek mau maem lah, pake iwak. Iwak bandeng, pake sambel.” Atau, saat melewati makam, dia dengan entengnya menyapa almarhumah mbah yut. “Hai mbah yut! Lagi ngapain?” Saya sontak tertawa dengan celotehnya. Fawwaz termasuk cepat dalam kemampuan bicara… Continue reading [Game #4.10] Celoteh Bungsu

Pendidikan Anak

Nilai Penting dalam Mendidik Anak

“Jangan manjain anakmu Nduk. Contoh Abahmu dalam mendidik!” Begitu pesan ibu sewaktu mengunjungi Farras di rumah Lampung untuk pertama kalinya.  Farras adalah cucu pertama di keluargaku. Tentu banyak nasehat-nasehat ibu dan abah juga kedua mertuaku dalam mendidik Farras. Namun, bagi kami, nasehat yang sesungguhnya adalah teladan, bahwa apa yang telah orang tua kami lakukan dalam… Continue reading Nilai Penting dalam Mendidik Anak

Institut Ibu Profesional

[Game#4.9] Belajar Corel

Saat pak su menjelaskan bagaimana bekerja di corel, Farras memperhatikan dengan seksama penjelasan abahnya. Saya masih mengawang karena hanya dijelaskan (tanpa praktik), tapi tidak bagi Farras. Dia benar-benar tau cara kerja di corel dan minta abahnya memberikan kesempatan. Akhirnya dia diizinkan abahnya menggambar di corel. Untuk pemula, lumayanlah karena dia mengetahui fungsi dari setiap icon.… Continue reading [Game#4.9] Belajar Corel